Pengembangan Pertanian Kakao Berkelanjutan melalui Inovasi Pestisida Nabati dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Buwun Sejati

Penulis

  • Muhammad Zaidaan Ath Thaariq Universitas Mataram
  • Sahsandira Universitas Mataram
  • Novita Ramdayani Universitas Mataram
  • Ahdiyat Rescaya Putra Universitas Mataram
  • Thorfinn Muda Universitas Mataram
  • Angriani Cahaya Putri Universitas Mataram
  • Nery Agustiani Universitas Mataram
  • Mufidah Universitas Mataram
  • Julia Ariyani Universitas Mataram
  • Ni Luh Wirani Putri Wahyuningsih Universitas Mataram
  • Misbahuddin Universitas Mataram

Kata Kunci:

kakao, pestisida nabati, pemberdayaan masyarakat, pertanian berkelanjutan, pelatihan petani, SDGs 2, SDGs12, SDGs15

Abstrak

Pengendalian hama pada tanaman kakao masih banyak menggunakan pestisida kimia yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan pemanfaatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama. Kegiatan dilaksanakan di Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat melalui penyuluhan, pelatihan, dan praktik pembuatan pestisida nabati berbahan cengkeh, bawang putih, dan lengkuas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam pengendalian hama secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung SDGs 2 (Tanpa Kelaparan/Zero Hunger), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 15 (Ekosistem Darat/Life on Land) melalui penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Referensi

Arya Bima Senna. (2020). Pengolahan Pascapanen pada Tanaman Kakao untuk Meningkatkan Mutu Biji Kakao : Review. JURNAL TRITON, 11(2), 51–57. https://doi.org/10.47687/jt.v11i2.111

Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Narmada. (2024). Registrasi Kelompok Tani Kecamatan Narmada Tahun 2024.

Bialangi, N., Mohamad, E., & Sihalola, M. (2023). Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati sebagai Alternatif Pengendalian Serangga Hama Tanaman pada Petani Sayur di Desa Bulotalangi Timur.

BPS. (2024). Statistik Tanaman Perkebunan Indonesia.

BPS. (2025). Indonesia sendiri merupakan pengekspor kakao terbesar ketiga di dunia setelah nigeria dan pantai gading .

Farmasari, S., Akbar, A. N., Aenalia, A., Pariha, A., Nazofha, B. R. F., Apriana, E., Elfiza, E. M., Fitriani, F., Suryani, L., Amin, M. R., & Fauzi, S. (2023). Meningkatkan Dan Mempromosikan Umkm Melalui Produk Keripik Talas Di Desa Buwun Sejati Kecamatan Narmada Lombok Barat. Jurnal Wicara Desa, 1(1), 63–71. https://doi.org/10.29303/wicara.v1i1.2391

Hang, Y. Y., Noor, R. B., & Arsensi, I. (2022). Identifikasi Serangan Hama Kutu Putih (Pseudococcus Citri) Pada Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) Dan Upaya Menekan Serangan Dengan Cendawan (Beauveria bassiana).

IDN Times NTB. (2022). Linggauni. (2022, June 25). Masuk 50 Besar ADWI, Sandi Kunjungi Desa Wisata Buwun Sejati di Lombok. IDN TIMES NTB.

Mikkelsen, B. (2011). Methods for Development Work and Research: A New Guide for Practitioners. Sage Publications.

Sugiyono. (2022a). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2022b). Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

Valentino Keytimu, Julianus Jeksen, & Henderikus Beja. (2023a). Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kakao. Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat, 1(4), 60–67. https://doi.org/10.47861/jipm-nalanda.v1i4.545

Diterbitkan

2026-07-31